Tambang Emas

Tambang emas rakyat – Indonesia adalah negara kepulauan yang menyimpan beragam kekayaan alam, salah satunya adalah emas. Industri pertambangan emas di Indonesia sendiri saat ini sudah bisa ditemukan di berbagai penjuru negeri, mulai dari pulau paling barat Sumatera, sampai paling timur Papua.

Banyaknya kekayaan alam di Indonesia membuat banyak orang yang menggantungkan kehidupannya pada alam, dan pertambangan emas salah satunya. Berikut ini beberapa tambang emas Indonesia yang membuktikan bahwa Indonesia sebenarnya adalah negara yang kaya:

  1. Grasberg Papua. Tambang emas ini dikelola oleh PT Freeport Mcmoran asal Amerika Serikat. Tambang ini adalah tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia.
  2. Tujuh Bukit Banyuwangi. Tambang emas Indonesia ini dikelola oleh PT Bumi Sukses Indo (BSI) yang merupakan anak usaha dari Merdeka Copper Gold milik Edward Soeryadjaya dan Sandiaga Uno. Tambang emas ini menjadi terbesar kedua di Indonesia.
  3. Batu hijau Sumbawa. Dimiliki oleh PT Newmont dari Amerika Serikat dan dalam prakteknya bekerjasama dengan Sumitomo Corporation (perusahaan asal Jepang).
  4. Martabe Tapanuli Selatan. PT Agincourt Resourches adalah pengelola dari areal pertambangan ini.
  5. Gosowong Halmahera. Tambang emas yang masuk dalam daftar terbesar di Indonesia ini dikelola oleh Antam (perusahaan asli Indonesia) dan Newcrest (perusahaan asli Australia).

Kekayaan emas Indonesia ini terbukti dari adanya tambang emas di Indonesia yang disebut sebagai tambang emas terbesar di dunia. Sayangnya tambang emas terbesar ini milik swasta dan bukanlah milik rakyat.

 

Lokasi tambang emas rakyat

                Selain tambang-tambang besar miliki perusahaan-perusahaan ada juga tambang emas rakyat yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Beberapa diantaranya ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Di Kabupaten Sumbawa saja ditemukan setidaknya 5 titik tambang emas rakyat yakni di Kec. Lantung, Kec. Lape, Kec. Moyo Hilir, Kec. Empang, dan Kec. Lenang Guar.

Selain itu ada pula tambang emas rakyat di Pulau Poboya dan Pulau Buru. Diketemukan tahun 2011, tambang emas ini sangatlah ramai. Namun kabarnya baru-baru ini tambang emas yang ada di Pulau Buru telah ditutup.

Selain di beberapa tempat diatas, potensi emas di Indonesia terbilang sangat banyak. Di Kalimantan misalnya, beberapa daerah malah masih mengolah emas menggunakan cara tradisional. Lokasinya pun menyebar ada di Kaltim, Kalteng dan Kalsel.

Aceh Piddie juga sudah cukup lama digunakan sebagai areal penambangan emas. Sulawesi juga cukup banyak, bahkan Sulawesi dikatakan masuk dalam jalur emas dunia.  Beberapa lokasi tambang di Sulawesi antara lain di Luwu, Palopo, Gowa, Wajo, dan beberapa area lainnya.

Penambangan emas memang menjadi bisnis yang begitu menggiurkan, namun kadangkala penambang lupa akan bahaya yang mengintai dari zat kimia yang digunakan dalam proses pemurniannya. Nah, kita boleh bahkan wajib mengeksplor kekayaan alam Indonesia, namun pastikan juga untuk selalu turut serta dalam menjaga alam sekitar.

 

Pengolahan emas menggunakan CN dan Black Diamond

                Ada beberapa macam cara pengolahan emas yang digunakan oleh mereka yang berkecimpung dalam industri tambang emas. Salah satu cara yang cukup efisien dan efektif serta memiliki keuntungan yang banyak adalah penggunaan metode sianidasi.

Pengolahan emas menggunakan sianidasi mempermudah emas untuk bisa terlepas dari zat mineral lainnya sehingga didapatkanlah kadar 99,99%. Nah, penggunaan sianida sendiri dibedakan menjadi tiga macam, sistem siraman, rendaman dan tong.

Namun ingat, berhati-hatilah ketika berinteraksi dengan sianida. Sianida memiliki sifat cair yang mudah meresap lewat kulit dan bisa saja terhirup. Efek yang dihasilkan paling parah adalah kematian. Untuk itu, bagi pekerja tambang yang berinteraksi dengan sianida, usahakan selalu menggunakan pakaian pelindung, sepatu boot dan alat pernafasan.

Pemurnian menggunakan sianida tidak akan bisa maksimal jika tidak dikombinasikan dengan karbon. Baik buruknya karbon juga berpengaruh terhadap hasil emas yang didapatkan juga. Salah satu jenis karbon aktif yang bagus untuk pengolahan emas adalah Black Diamond.

Karbon aktif Black Diamond merupakan salah satu produk pertambangan yang memiliki fungsi sebagai penyerap mineral tambang. Ciri khas dari karbon aktif ini permukaan yang luas dan kasar. Pori-pori dari Black Diamond juga cukup banyak sehingga mampu menampung partikel atau abu emas lebih banyak dibanding karbon aktif lainnya.

Daya serap dan kekerasan dari karbon aktif Black Diamond mampu membuat prosentase keberhasilan naik. Hal ini disebabkan dari sifat karbon yang tidak mudah hancur.

Karbon aktif black diamond ini sendiri adalah bentuk lain dari arang tempurung kelapa yang sebelumnya telah diaktivasi menggunakan bahan kimia, uap air dan gas CO2. Proses aktivasi inilah yang kemudian membuat pori terbuka. Walhasil daya serap pun kian tinggi. Lebih jelasnya berikut keunggulan menggunakan Black Diamond dalam pengolahan emas:

  1. Memiliki prosentase kekerasan mencapai 99% yang menyebabkannya tak mudah hancur
  2. Daya serap dan kecepatan serap sangat tinggi
  3. Minim kandungan debu
  4. Pemroduksiannya dilakukan pada laboratium dengan kontrol kualitas penuh dan pastinya telah memenuhi proses standar Industri yang ada di Indonesia.

Bahan-bahan kimia baik sianida atan karbon aktif sangatlah dibutuhkan dalam proses pengolahan emas.  Kombinasi yang tepat tentulah akan menghasilkan emas kualitas tinggi. Jadi jangan asal pilih. Piihlah yang telah terbukti seperti karbon aktif black diamond.

Theme Settings