Latest Posts

pertambangan emasPertambangan emas – Produksi emas bukanlah hal baru di industri pertambangan Indonesia. Di Indonesia sendiri, sudah banyak ditemukan titik lokasi berpotensi untuk digunakan sebagai lahan pertambangan emas.

Ada tiga perusahaan pertambangan emas yang sudah ada sebelum perang dunia ke II, yaitu PT Freeport Indonesia Inc. (Papua), PT Lusang Mining (Bengkulu), dan PT Aneka Tambang ( Persero ) Jawa Barat. Mari simak lebih lanjut mengenai potensi pertambangan emas yang ada di Kalimantan.

  1. Potensi Emas di Kalimantan

Pertambangan merupakan aktivitas yang meliputi kegiatan mencari, menggali, mengolah, memanfaatkan dan menjual hasil galian. Di Pulau Kalimantan, kegiatan pertambangan emas dijadikan sebagai mata pencaharian warga masyarakat. Walaupun sebenarnya, menjadi penambang emas tidaklah mudah, namun mereka tidak mudah putus asa. Mengingat hasil (yang didapat) sebanding dengan jerih payah yang mereka lakukan demi menambang logam mulia tersebut.

Beberapa Provinsi di Kalimantan yang menjadi primadona untuk investor di industri pertambangan emas, diantaranya adalah Kaltim (tepatnya di Desa Long Top Kecamatan Sungai Boh), Kalsel, dan Kalteng (khususnya di Desa Pujon dan Kabupaten Murung Raya). Hingga saat ini, ada masih banyak warga masyarakat yang mengolah tambang secara tradisional. Apakah Anda tahu?, simak ulasan berikut ini!

  1. Pengolahan Pertambangan emas tradisional

Pengolahan emas secara tradisional tentu tidak sama dengan pengolahan secara modern. Mengolah emas secara tradisional tidak memasukkan merkuri ke dalam tromol. Dan sebagai gantinya, dapat menggunakan ijuk. Dengan bantuan ijuk ini, banyak penambang emas yang mengaku bahwa hasil emas yang dihasilkan lebih banyak hingga mencapai empat kali lipat dari biasa.

Ijuk bermanfaat untuk memisahkan antara air dengan kandungan emas di dalamnya. Air yang tidak mengandung emas langsung ditampung dalam bak khusus. Ada beberapa produk kimia yang harus digunakan dalam proses pengolahan tambang emas. Produk tersebut dimanfaatkan agar pengolahan emas dapat berlangsung secara maksimal. Apa saja produk tersebut?

  1. Produk tambang emas

Salah satu produk utama yang digunakan dalam pengolahan pertambangan emas adalah karbon aktif. Karbon aktif merupakan bahan senyawa berwarna hitam yang berbahan dasar dari tempurung kelapa.

Beberapa ciri karbon aktif yang berkualitas diantaranya: memiliki kandungan debu yang sangat minim, memiliki daya serap tinggi dan sudah melalui proses aktivasi dengan tekanan dan suhu yang tinggi.

 

Artikel Terkait :

tambang emas sulawesi utaraTambang Emas Sulawesi Utara –  Sulut merupakan salah satu tambang emas terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Potensi emas yang dimiliki provinsi ini sudah sangat tidak diragukan lagi, apalagi emas-emas yang dihasilkan memiliki kualitas baik. Dengan penanganan perusahaan-perusahaan terpercaya sehingga dapat menghasilkan emas-emas yang berkualitas.

Tambang-tambang emas yang begitu besar sangat bisa dirasakan oleh warga sekitar untuk membantu perekonomian mereka. Namun pemerintah setempat juga memberikan batasan wilayah penambangan emas supaya lingkungan tetap terjaga dan tidak terjadi bencana alam yang diakibatkan oleh penambangan tersebut.

 

Lokasi Tambang Emas Sulawesi Utara

Sejarah lokasi tambang emas di Sulawesi Utara berawal dari para invertarisasi Cagar Budaya BPCB Gorontalo serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menemukan sebuah lubang besar. Setelah dilakukan penelitian yang lebih lanjut ternyata lubang besar tersebut merupakan sebuah tambang emas peninggalan jaman kolonial. Penemuan tambang emas di Sulawesi Utara tersebut kemudian dijadikan tambang emas legal karena dapat membantu perekonomian warga Sulawesi.

Potensi emas di Bolang Mongondow sendiri sangat baik sehingga banyak sekali warga Sulawesi yang memanfaatkannya. Sampai saat ini kurang lebih ada 20 galian lubang tambang emas di Sulawesi Utara yang berada di hulu sungai. Pada setiap lubang diperkirakan memiliki diameter 1 – 1.5 meter dengan ke dalam yang diperkirakan 50 meter sampai 200 meter. Dan sepertinya akan terus bertambah karena potensi emasnya yang sangat luar biasa.

Untuk mencapai tempat ini diperlukan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan motor. Selain itu untuk menuju tempat ini juga harus melewati hutan dan sungai. Sungguh membutuhkan perjuangan untuk menuju tambang emas di Boolang Mongondow Sulawesi Utara ini.

Tempat pengelolaan emas terbesar di Sulawesi salah satunya berada di Manado. Terdapat beberapa PT yang telah melakukan pengerukan emas dan melakukan sampai tahap produksi di tambang emas di Sulawesi Utara ini. Salah satunya yaitu PT Sumber Energi Jaya (SEJ). Dari pihak pemerintah Sulawesi utara sendiri memberikan lahan seluas 82.665 hektar untuk para perusahaan yang melakukan eksplorasi pertambangan emas.

 

Artikel Terkait :

produk kimia mengolah emasProduk kimia mengolah emas – Proses pengambilan logam bisa dilakukan menggunakan dengan produk kimia pengolah emas, yakni karbon aktif, baik melalui sistem karbon di dalam lumpur atau karbon di dalam larutan kaya. Apabila tidak menggunakan karbon dapat juga menggunakan resin atau cukup dengan cara memisahkan lumpur serta larutannya untuk diekstraksi.

Untuk proses ekstraksi melalui karbon aktif bisa dilakukan menggunakan beberapa cara. Misalnya, pembakaran langsung caranya, karbon aktif dibakar langsung hingga logam dalam karbon melebur. Pada proses seperti ini kurang ekonomis sebab akan memakan biaya tidak sedikit. Namun, proses ini adalah yang tercepat dan yang termudah untuk dilakukan.  Di bawah ini saya akan menjelaskan sedikit apa saja produk kimia mengolah emas.

 

Kegunaan Karbon Aktif

Karbon aktif adalah produk kimia pengolah emas yang memiliki banyak kegunaan karena dapat menangkap emas atau carbonisasi pada waktu pengolahan emas yang menggunakan cyanidasi. Untuk itu, sebaiknya berhati-hatilah pada saat pemilihan karbon aktif, karena kualitas karbon akan sangat berdampak pada hasil emas yang didapat

 

 Sodium Sianida (CN)

Penambang perlu waspada karena kemampuan  yang dimiliki sianida dapat menutup atau menolak udara yang masuk ke dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian bila cairan ini tertelan. Harga produk kimia pengolah emas sianida relatif mahal sehingga jarang  sekali penambang menggunakan sianida sebagai bahan kimia pelarut emas.

Pengolahan emas dengan sianida memiliki ukuran standar sendiri, hal ini supaya aman digunakan bagi lingkungan. Kimia pelarut emas seperti sianida ini memang lebih efisien karena tidak banyak memakan waktu dan hasil yang diperoleh bisa maksimal.

 

Caustic Soda atau NaOh

Caustic soda adalah bahan baku penting yang juga digunakan dalam berbagai proses kimia di berbagai industri. Industri pulp dan juga kertas merupakan salah satu penggunaan produk caustic soda terbesar di seluruh dunia. Yang mana, caustic soda digunakan untuk bahan baku proses pulping dan bleaching.

Caustic soda digunakan juga dalam proses daur ulang seperti kertas bekas untuk proses de-inking kertas bekas. Caustic soda adalah salah satu produk kimia mengolah emas juga digunakan sebagai bahan baku pada proses pembuatan emas.

 

Artikel Terkait:

pengolahan emas sistem rendamanPengolahan Emas Sistem Rendaman – Produk kimia yang dapat digunakan pada pengolahan emas sistem rendaman banyak sekali macamnya. Diantaranya adalah hidrogen peroksida, nitric acid, Pb asetat, sianida (cyanida), Ag nitrat, hidrochloric acid, epox cl, zinc noodle, dan lain-lain.

Produk-produk kimia dapat mengandung merkuri yang sangat berbahaya bagi keselamatan manusia pada saat menambang emas sistem rendaman dan sistem dengan proses kimiawi yang lain. Namun sekarang sudah ditemukan cara sederhana menambang emas tanpa cairan kimia berbahaya. Hasilnya pun juga dua kali lipat lebih besar.

 

Pengolahan Emas Dengan Cara Sederhana

Selain pengolahan emas sistem rendaman ada juga pengolahan emas sederhana tanpa merkuri menggunakan peralatan seperti penambang biasa pada umumnya hanya prosesnya dilakukan dengan ijuk. Dengan metode memakai ijuk, batuan yang didapat para penambang dapat dihaluskan tanpa merkuri atau air raksa.

Caranya adalah setelah diambil dari pohonnya, ijuk kemudian dipotong-potong. Lidi-lidi yang terlepas, dibuang. Ujungnya tidak bisa dipakai yang dapat dipakai hanya bagian tengah saja serta pemotongan harus dilakukan dengan rapi.

Ijuk kemudian dipasang di kasbok dan dirangkai pada gelondong. Pasang ijuk dari bawah ke atas, mirip seperti susunan genteng. Setelah disusun dengan rapi, ijuk ditahan dengan kayu. Gunanya kayu adalah menahan konsentrat yang meluncur dari aliran air. Gunakan lima kayu sebagai penyaring. Air encer (tak mengandung emas) ditampung dalam bak pembuangan.

Ijuk dapat menangkap emas dengan cara mudah dan cepat, proses ini juga dinamakan konsentrasi gravitasi. Setelah selesai, kemudian ijuk digulung dan dapat dicuci. Digoyang sampai turun semua pasir yang ada di dalamnya.

Berikutnya adalah proses separasi gravitasi, yakni mendulang emas. Beberapa peralatan yang digunakan bisa meja goyang atau sentrifugal. Proses ini harus pelan-pelan supaya emas tidak terangkut lumpur. Dari mendulang, menghasilkan emas kecil (halus) atau emas debu (yang tak dapat tertangkap dengan mercuri). Itulah mengapa, pakai ijuk hasilnya dua kali lipat.

 

Pengolahan Emas Sistem Rendaman

Proses emas sistem rendaman melalui dua tahap. Pertama perlakuan  Bak I atau Bak Kimia. Pertama NaCn dilarutkan ke dalam H2O (air) ukurlah pada PH 7. Selanjutnya, tambahkan caustic soda seberat + 3 kg , gunanya untuk mendapatkan PH 11-12. Lanjutkan dengan menambahkan H2O2,  Epoxy , Ag NO3, aduk hingga semua larut dan dijaga pada PH 11-12

Sedangkan perlakuan di Bak II atak Bak Lumpur, lakukan dengan ore atau bijih emas yang telah dihaluskan menggunakan mesh + 200 = 30 ton yang dimasukkan dalam bak. Selanjutnya, larutan kimia pada Bak I tadi disedot dengan menggunakan pompa dan ditumpahkan atau dimasukkan ke dalam Bak II untuk merendamkan lumpur ore selama 48 jam.

Proses kedua emas sistem rendaman yakni, perlakuan Bak II dilanjutkan dengan cara air atau larutan diturunkan semuanya ke dalam Bak I lalu didiamkan selama 24 jam (dijaga pada PH 11-12). Apabila PH kurang, maka costic soda dapat ditambahkan. Kemudian, dipompa ke Bak II, diamkan selama 2 jam lalu sirkulasikan ke Bak I melalui Bak Penyadapan atau Penangkapan.

Bak penyadapan tadi diisi dengan Zinc foil, supaya dapat mengendapkan logam Au dan Ag dari larutan air kaya. Teruskan dengan melakukan sirkulasi larutan atau air kaya hingga Zinc foilnya hancur seperti pasir selama 5 sampai 10 hari. Zinc foil yang sudah telah hancur kemudian diangkat, setelah itu masukkan ke dalam wadah untuk diperas dengan kain famatex.

Selanjutnya gunakan air panas dan H2SO4 untuk membersihkan hasil filtrasi dari zinc foil atau kotoran lain. Setelah itu, proses terakhir emas sistem rendaman bakar filtrasi untuk mendapatkan bullion. Lakukan dua tahap tadi dengan sangat berhati-hati supaya hasil yang didapat juga maksimal.

 

Artikel Terkait :

 

 

tambang emas terbesar

Tambang Emas Terbesar – Tahukah anda di Indonesia terdapat banyak sekali tempat-tempat yang berpotensi memiliki tambang emas dengan kapasitas yang luar biasa besarnya. Lokasi emas-emas itu diantaranya terdapat di Pulau Papua, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).  Akhir-akhir ini sering diperbincangkan masalah Freepot yang disinyalir merupakan pengelola tambang emas terbesar di dunia.

Tambang emas terbesar di Kalimantan juga berada di beberapa tempat, banyak sekali lokasi yang dijadikan tempat penambangan emas. Misalnya saja di desa Pujon kecamatan Kapuas Kalimantan Tengah. Banyak sekali penduduk yang memanfaatkan tempat ini sebagai mata pencaharian sehari-hari.

Selain sudah dikenal sebagai tempat penghasil emas terbesar, Pujon juga merupakan tempat persinggahan para pekerja tambang batu bara. Selain itu banyak sekali masyarakat luar daerah yang menuju tempat ini untuk mendapatkan hasil. Oleh karena itu Desa Pujon sudah sangat banyak sekali dikenal orang.

 

Tambang Emas Terbesar

Selain Kalimantan yang sudah terbukti sebagai tambang emas terbesar, ada juga NTB yang juga sangat bisa memakmurkan masyarakat sekitar karena hasil emasnya. NTB merupakan salah satu ta,bang emas terbesar di Indonesia, walaupun pulau kecil namun dengan hasil emas yang begitu luar bisa sangat bisa memberikan kemakmuran warganya. Selain tambang emas di pulau ini juga terdapat tambang batu bara yang begitu besar.

Indonesia memang gudangnya tambang emas, namun di bawah ini merupakan negara-negara dengan penghasil emas terbesar di dunia diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. China, jumlah produksi setiap tahunnya mencapai 450 ton. Masyarakat Tirai Bambu ini memang penggemar emas terbesar di dunia.
  2. Australia, negara kanguru ini dapat menghasilkan emas 270 setiap tahunnya.
  3. Rusia, dengan wilayah pertambangan Amurk, Magadan, Sakhayakutia, Khabarovsk dan Krasnoyask yang dapat menghasilkan 245 ton setiap tahunnya.
  4. Amerika Serikat, dengan 211 ton setiap tahunnya dan pertambangan terdapat di Nevada, Alaska, Kalifornia, Colorado.
  5. Kanada, dengan dengan satu tempat pertambangan emas yaitu Ontario yang bisa menghasilkan 160 ton emas.
  6. Peru, menghasilkan 150 ton emas setiap tahunnya.

 

Artikel Terkait :

 

tambang emas potensi tinggi

Tambang emas potensi tinggi – Indonesia terkenal dengan potensi alam yang kaya dan juga wilayah yang sangat luas. Kekayaan di Indonesia adalah kekayaan yang benar-benar alami adanya. Salah satu buktinya adalah banyak diketemukannya daerah-daerah tambang emas potensi tinggi di Indonesia.

Melihat kekayaan alam yang dimiliki, masyarakat Indonesia banyak yang menggantungkan hidupnya kepada alam. Mereka mendapatkan mata pencaharian dari alam sekitarnya, baik sebagai petani, pedagang hasil alam, bahkan juga penambang. Untuk pertambangan, pertambangan emas menjadi jenis pertambangan yang sangat diminati. Berikut adalah 3 daerah tambang emas potensi tinggi di Indonesia.

 

  • Daerah tambang emas potensi tinggi  di Aceh Pidie

Aceh Piddie sudah lama dijadikan tempat penambangan emas. Banyak masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya dari hasil tambang. Potensi kandungan emas yang cukup tinggi di Aceh Piddie ini dijadikan alasan utama untuk melakukan penambangan dan semakin hari semakin banyak.

 

  • Daerah tambang emas Sulawesi

Selain Kalimantan, Papua, NTB, Aceh, daerah pertambangan emas yang berpotensi juga terdapat di Pulau Sulawesi. Daerah pertambangan emas di Sulawesi Selatan bahkan dinobatkan sebagai daerah tambang emas potensi tinggi di dunia. Hali ini didukung dengan pernyataan dari ahli geologi Malaysia, Datu Azis Chemor, yang menyatakan bahwa lokasi tambang emas di Sulawesi Selatan ini masuk dalam jalur emas dunia. beberapa lokasi pertambangan emas di Sulawesi Selatan adalah Gowa, Barru, Wajo, tanatoraja, Luwu Timur, Palopo, Luwu Utara, Luwu, dan masih banyak lagi lainnya.

 

  • Daerah tambang emas di Lombok

Lombok juga menjadi lokasi pertambangan emas yang sangat berpotensi. Terbukti dengan terkenalnya emas dan batuan mulia Lombok di dunia, bahkan dijadikan sebagai souvenir saat melakukan wisata di Lombok.

Bahkan Lombok juga mengolah hasil pertambangan emasnya sendiri dengan menggunakan sistem pengolahan yang sederhana, yakni menggunakan air raksa atau merkuri melalui metode pemijitan emas. Banyak lokasi tambang emas potensi tinggi yang ada di Indonesia. Eksplor kekayaan alam di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Namun tetap ingat akan kewajiban kita untuk menjaga alam sekitar dengan sebaik-baiknya.

 

Artikel Terkait :

 

 

Caustic Soda Asahi

Caustic soda atau NaOh adalah bahan baku yang sangat penting yang digunakan untuk proses kimia di berbagai industri dan salah satunya adalah proses pembuatan emas. Caostic soda juga dikenal dengan nama soda api sedangkan dalam bahasa ilmiah disebut NaOh yang disingkat dari Natrium Hidroksida.

Ternyata caustic soda memiliki banyak sekali manfaat untuk proses industri mulai dari pembuatan sabun, detergen, kertas dan produksi tekstil. Selain itu caustic soda atau NaOh juga juga banyak digunakan sebagai penetral PH lumpur pada pertambangan emas khususnya proses produksi pembuatan emas sistem tong.

Apa saja produk dalam pengolahan sistem rendam ?

Pada proses perendaman pembuatan emas diperlukan berbagai bahan dan produk agar pengolahan emas berhasil dilakukan. Bahan dan produk untuk pembuatan emas sistem rendam antara lain sebagai berikut.

Produk Yang Digunakan Pada Proses Rendam
  1. Asam Klorida (HCl)
  2. Caustic soda atau NaOh
  3. Etilen Diklorida (EDC)
  4. Klorin (CI2)
  5. Klorin (Cl2)
  6. Monomer Vinil Klorida (VCM)
  7. Natrium Hipoklorit (NaClO)
  8. Polivinil Klorida (PVC)
    Bahan

Bijih emas atau ore yang telah dihaluskan dengan menggunakan mesh + 200 = 30 ton

 Formula Kimia
  1. Ag NO3 sebanyak100 gram
  2. Epox Cl sebanyak 1 liter
  3. H2O (air) sebanyak 20.000 liter
  4. H2O2 sebanyak 5 liter
  5. Caustic soda atau NaOh sebanyak 5 kg
  6. Lead Acetate sebanyak 0.25 liter (cair) atau 1 ons (serbuk)
  7. NaCn sebanyak 40 kg
  8. Zinc dass atau zinc koil sebanyak 15 kg
Proses Perendaman
  1. Perlakuan Bak I (Bak Kimia)
  • NaCn dilarutkan ke dalam H2O (air) dan diukur pada PH 7
  • Tambahkan caustic soda atau NaOh sebanyak 3 kg untuk mendapatkan PH 11-12
  • Tambahkan H2O2, Epox Cl , Ag NO3 dan diaduk hingga larut, serta dijaga pada PH 11-12
  1. Perlakuan Bak II (Bak Lumpur)
  • Ore atau bijih emas yang telah dihaluskan dengan menggunakan mesh + 200 sama dengan 30 ton dan dimasukkan dalam bak.
  • Larutan kimia Bak I disedot menggunakan pompa kemudian dimasukkan ke Bak II untuk merendamkan lumpur ore selam 48 jam.
  • Setelah itu, air atau larutan diturunkan semuanya ke Bak I dan didiamkan selama kurang lebih 24 jam, serta dijaga pada PH 11-12. Apabila Phnya masih kurang untuk menaikkannya maka ditambahkan costic soda hingga cukup.
  • Dipompa ke Bak II, didiamkan selama 2 jam kemudian, disirkulasikan ke Bak I melalui Bak Penyadapan atau Penangkapan yang telah diisi dengan Zinc dass atau zinc koil sebagai pengikat atau penangkap logam Au & Ag /emas dan perak yang berasal dari larutan air kaya.
  • Lakukanlah sirkulasi larutan atau air kaya hingga Zinc dass hancur seperti butiran pasir selama 5 hingga 10 hari.
  • Zinc koil atau zinc dass yang telah hancur kemudian diangkat serta dimasukkan dalam wadah dan diperas menggunakan kain famatex.
  • Untuk membersihkan hasil dari filtrasi dari zinc dass ataupun kotoran lain gunakanlah 200 ml H2SO4 dengan ditambah 3 liter air panas.
  • Setelah itu, bakar filtrasi yang gunanya untuk mendapatkan bullion.

 

 

Theme Settings