Produk Tambang Emas

tambang emas sulawesi utaraTambang Emas Sulawesi Utara –  Sulut merupakan salah satu tambang emas terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Potensi emas yang dimiliki provinsi ini sudah sangat tidak diragukan lagi, apalagi emas-emas yang dihasilkan memiliki kualitas baik. Dengan penanganan perusahaan-perusahaan terpercaya sehingga dapat menghasilkan emas-emas yang berkualitas.

Tambang-tambang emas yang begitu besar sangat bisa dirasakan oleh warga sekitar untuk membantu perekonomian mereka. Namun pemerintah setempat juga memberikan batasan wilayah penambangan emas supaya lingkungan tetap terjaga dan tidak terjadi bencana alam yang diakibatkan oleh penambangan tersebut.

 

Lokasi Tambang Emas Sulawesi Utara

Sejarah lokasi tambang emas di Sulawesi Utara berawal dari para invertarisasi Cagar Budaya BPCB Gorontalo serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menemukan sebuah lubang besar. Setelah dilakukan penelitian yang lebih lanjut ternyata lubang besar tersebut merupakan sebuah tambang emas peninggalan jaman kolonial. Penemuan tambang emas di Sulawesi Utara tersebut kemudian dijadikan tambang emas legal karena dapat membantu perekonomian warga Sulawesi.

Potensi emas di Bolang Mongondow sendiri sangat baik sehingga banyak sekali warga Sulawesi yang memanfaatkannya. Sampai saat ini kurang lebih ada 20 galian lubang tambang emas di Sulawesi Utara yang berada di hulu sungai. Pada setiap lubang diperkirakan memiliki diameter 1 – 1.5 meter dengan ke dalam yang diperkirakan 50 meter sampai 200 meter. Dan sepertinya akan terus bertambah karena potensi emasnya yang sangat luar biasa.

Untuk mencapai tempat ini diperlukan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan motor. Selain itu untuk menuju tempat ini juga harus melewati hutan dan sungai. Sungguh membutuhkan perjuangan untuk menuju tambang emas di Boolang Mongondow Sulawesi Utara ini.

Tempat pengelolaan emas terbesar di Sulawesi salah satunya berada di Manado. Terdapat beberapa PT yang telah melakukan pengerukan emas dan melakukan sampai tahap produksi di tambang emas di Sulawesi Utara ini. Salah satunya yaitu PT Sumber Energi Jaya (SEJ). Dari pihak pemerintah Sulawesi utara sendiri memberikan lahan seluas 82.665 hektar untuk para perusahaan yang melakukan eksplorasi pertambangan emas.

 

Artikel Terkait :

tambang emas potensi tinggi

Tambang emas potensi tinggi – Indonesia terkenal dengan potensi alam yang kaya dan juga wilayah yang sangat luas. Kekayaan di Indonesia adalah kekayaan yang benar-benar alami adanya. Salah satu buktinya adalah banyak diketemukannya daerah-daerah tambang emas potensi tinggi di Indonesia.

Melihat kekayaan alam yang dimiliki, masyarakat Indonesia banyak yang menggantungkan hidupnya kepada alam. Mereka mendapatkan mata pencaharian dari alam sekitarnya, baik sebagai petani, pedagang hasil alam, bahkan juga penambang. Untuk pertambangan, pertambangan emas menjadi jenis pertambangan yang sangat diminati. Berikut adalah 3 daerah tambang emas potensi tinggi di Indonesia.

 

  • Daerah tambang emas potensi tinggi  di Aceh Pidie

Aceh Piddie sudah lama dijadikan tempat penambangan emas. Banyak masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya dari hasil tambang. Potensi kandungan emas yang cukup tinggi di Aceh Piddie ini dijadikan alasan utama untuk melakukan penambangan dan semakin hari semakin banyak.

 

  • Daerah tambang emas Sulawesi

Selain Kalimantan, Papua, NTB, Aceh, daerah pertambangan emas yang berpotensi juga terdapat di Pulau Sulawesi. Daerah pertambangan emas di Sulawesi Selatan bahkan dinobatkan sebagai daerah tambang emas potensi tinggi di dunia. Hali ini didukung dengan pernyataan dari ahli geologi Malaysia, Datu Azis Chemor, yang menyatakan bahwa lokasi tambang emas di Sulawesi Selatan ini masuk dalam jalur emas dunia. beberapa lokasi pertambangan emas di Sulawesi Selatan adalah Gowa, Barru, Wajo, tanatoraja, Luwu Timur, Palopo, Luwu Utara, Luwu, dan masih banyak lagi lainnya.

 

  • Daerah tambang emas di Lombok

Lombok juga menjadi lokasi pertambangan emas yang sangat berpotensi. Terbukti dengan terkenalnya emas dan batuan mulia Lombok di dunia, bahkan dijadikan sebagai souvenir saat melakukan wisata di Lombok.

Bahkan Lombok juga mengolah hasil pertambangan emasnya sendiri dengan menggunakan sistem pengolahan yang sederhana, yakni menggunakan air raksa atau merkuri melalui metode pemijitan emas. Banyak lokasi tambang emas potensi tinggi yang ada di Indonesia. Eksplor kekayaan alam di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Namun tetap ingat akan kewajiban kita untuk menjaga alam sekitar dengan sebaik-baiknya.

 

Artikel Terkait :

 

 

Caustic Soda Asahi

Caustic soda atau NaOh adalah bahan baku yang sangat penting yang digunakan untuk proses kimia di berbagai industri dan salah satunya adalah proses pembuatan emas. Caostic soda juga dikenal dengan nama soda api sedangkan dalam bahasa ilmiah disebut NaOh yang disingkat dari Natrium Hidroksida.

Ternyata caustic soda memiliki banyak sekali manfaat untuk proses industri mulai dari pembuatan sabun, detergen, kertas dan produksi tekstil. Selain itu caustic soda atau NaOh juga juga banyak digunakan sebagai penetral PH lumpur pada pertambangan emas khususnya proses produksi pembuatan emas sistem tong.

Apa saja produk dalam pengolahan sistem rendam ?

Pada proses perendaman pembuatan emas diperlukan berbagai bahan dan produk agar pengolahan emas berhasil dilakukan. Bahan dan produk untuk pembuatan emas sistem rendam antara lain sebagai berikut.

Produk Yang Digunakan Pada Proses Rendam
  1. Asam Klorida (HCl)
  2. Caustic soda atau NaOh
  3. Etilen Diklorida (EDC)
  4. Klorin (CI2)
  5. Klorin (Cl2)
  6. Monomer Vinil Klorida (VCM)
  7. Natrium Hipoklorit (NaClO)
  8. Polivinil Klorida (PVC)
    Bahan

Bijih emas atau ore yang telah dihaluskan dengan menggunakan mesh + 200 = 30 ton

 Formula Kimia
  1. Ag NO3 sebanyak100 gram
  2. Epox Cl sebanyak 1 liter
  3. H2O (air) sebanyak 20.000 liter
  4. H2O2 sebanyak 5 liter
  5. Caustic soda atau NaOh sebanyak 5 kg
  6. Lead Acetate sebanyak 0.25 liter (cair) atau 1 ons (serbuk)
  7. NaCn sebanyak 40 kg
  8. Zinc dass atau zinc koil sebanyak 15 kg
Proses Perendaman
  1. Perlakuan Bak I (Bak Kimia)
  • NaCn dilarutkan ke dalam H2O (air) dan diukur pada PH 7
  • Tambahkan caustic soda atau NaOh sebanyak 3 kg untuk mendapatkan PH 11-12
  • Tambahkan H2O2, Epox Cl , Ag NO3 dan diaduk hingga larut, serta dijaga pada PH 11-12
  1. Perlakuan Bak II (Bak Lumpur)
  • Ore atau bijih emas yang telah dihaluskan dengan menggunakan mesh + 200 sama dengan 30 ton dan dimasukkan dalam bak.
  • Larutan kimia Bak I disedot menggunakan pompa kemudian dimasukkan ke Bak II untuk merendamkan lumpur ore selam 48 jam.
  • Setelah itu, air atau larutan diturunkan semuanya ke Bak I dan didiamkan selama kurang lebih 24 jam, serta dijaga pada PH 11-12. Apabila Phnya masih kurang untuk menaikkannya maka ditambahkan costic soda hingga cukup.
  • Dipompa ke Bak II, didiamkan selama 2 jam kemudian, disirkulasikan ke Bak I melalui Bak Penyadapan atau Penangkapan yang telah diisi dengan Zinc dass atau zinc koil sebagai pengikat atau penangkap logam Au & Ag /emas dan perak yang berasal dari larutan air kaya.
  • Lakukanlah sirkulasi larutan atau air kaya hingga Zinc dass hancur seperti butiran pasir selama 5 hingga 10 hari.
  • Zinc koil atau zinc dass yang telah hancur kemudian diangkat serta dimasukkan dalam wadah dan diperas menggunakan kain famatex.
  • Untuk membersihkan hasil dari filtrasi dari zinc dass ataupun kotoran lain gunakanlah 200 ml H2SO4 dengan ditambah 3 liter air panas.
  • Setelah itu, bakar filtrasi yang gunanya untuk mendapatkan bullion.

 

 

Theme Settings